
Tim Universitas Airlangga (UNAIR) sukses menorehkan prestasi membanggakan sebagai juara utama dalam ajang bergengsi Genomics and Science Dojo 3.0 yang diselenggarakan pada 26–30 April 2026 di Jakarta. Inisiatif pengembangan kapasitas hasil kolaborasi Summit Institute for Development (SID), Oxford University Clinical Research Unit (OUCRU) Indonesia, GSI Lab, dan IMERI-FKUI, serta didukung penuh oleh Kedutaan Besar Inggris ini diikuti oleh 24 tim peneliti terpilih dari total lebih dari 100 pendaftar nasional. Delegasi UNAIR yang tergabung dalam Tim D0051, beranggotakan Almando Geraldi, S.Si., Ph.D. (Dosen Departemen Biologi FST UNAIR) dan Ganis Firda Adistia (mahasiswa Magister Biologi FST UNAIR), tampil dominan dalam kompetisi unik yang mengadopsi filosofi bela diri Jepang tersebut.
Perjalanan kemenangan tim UNAIR diawali dengan sesi Workshop Kepenulisan Ilmiah, di mana mereka mendapatkan bimbingan intensif dari para “Sensei” (mentor ahli internasional dan nasional) untuk mempertajam argumen ilmiah, visualisasi data (WOW factors), serta efektivitas penggunaan bahasa Inggris. Dalam fase ini, Tim D0051 menyempurnakan manuskrip riset bertajuk “Metagenomic Profiling and Bioprospecting of Microbial Protease and Lipase from Fish Processing Wastewater” agar memenuhi standar publikasi di jurnal bereputasi global. Puncak kejayaan delegasi UNAIR terlihat pada Shinjitsu Tournament, sebuah format “sparring” intelektual berupa debat terbuka yang menguji integritas dan ketajaman riset berbasis data. Sepanjang turnamen, Tim D0051 menunjukkan performa yang tidak terpatahkan dengan menyapu bersih enam pertandingan tanpa kekalahan, menyingkirkan perwakilan dari RS Dharmais, Universitas Indonesia, serta tim dari SPS dan FKM UNAIR. Dominasi ini akhirnya dikunci pada babak Grand Final dengan skor telak 40-29 melawan tim kolaborasi Universitas Mataram dan Universitas Esa Unggul.

Berikut dokumentasi Grand Final saat melawan tim kolaborasi Universitas Mataram dan Universitas Esa Unggul.